h1

Technology Gaps di IndoComtech 2009

8 November 2009

Pulang dari IndoComtech 2009 di JCC, badan terasa capek dan tentu saja kaki pegel walaupun hanya mengelilingi sebagian gedung JEC yang digunakan untuk pameran. Penulis tidak membeli apa-apa karena tujuan awal hanya mengantar teman membeli notebook.Hal menarik yang terjadi ketika para calon pembeli bertanya kepada para “marketing” produk di stand-stand IndoComtech. Penulis mengamati seringkali terjadi “penutupan kebenaran” terhadap ketidaktahuan calon pembeli.

IndoComtech

IndoComtech

Tulisan di bawah ini bukanlah sebuah rekomendasi teknis. Melainkan opini pribadi penulis yang dapat menjadi pengetahuan calon pembeli komputer/ notebook. Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan dan anggapan yang sering muncul adalah :

  • Processor Intel dan AMD bagusan mana? Perbandingan kedua merk tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek/sudut pandang. Jadi tidak dapat kita tentukan sepihak bahwa Intel lebih bagus daripada AMD, ataupun sebaliknya. Perbandingan dapat dilihat dari price/performance, total performace, kelas prosessor yang dibandingkan, alat pembanding, kebutuhan pengguna dan masih banyak parameter yang dapat digunakan sebagai penentuan mana yang lebih baik (pada aspek tertentu).  Mungkin lebih tepat kalau calon pelanggan bertanya secara spesifik, untuk harga sekian, kebutuhan seperti ini … Processor apa yang harus saya pilih?

     

    AMD vs Intel

    AMD vs Intel

  • Processor AMD itu cepat panas ya? Ini adalah stereotype yang berkembang di masyarakat karena performance produk AMD pada masa awal dulu (Generasi Athlon XP dan Duron) yang cenderung panas. Sampai sekarangpun masyarakat menganggap processor produk AMD identik dengan panasnya. Padahal penulis yang adalah pemakai prosessor AMD Athon 64, malah merasa produk AMD lebih dingin dibandingkan Pentium 4 Generasi Presscot. Demikian pula dengan lini Turion yang dianggap panas dan boros daya. Menurut saya ini PR para marketing AMD untuk membangun stereotype baru tentang produk mereka. Penulis jarang melihat iklan AMD di televisi dan media cetak. Bandingkan dengan Intel yang rajin membombardir masyarkat dengan iklan yang bersifat persuasif dan membangun citra baik produk Intel.
  • Apa bedanya Dual Core, Core Duo dan Core2Duo. Disini calon pembeli harus mencari info baik lewat internet atau majalah.Seringkali terjadi “penutupan” kebenaran  khususnya bagi mereka yang awam. Bagi calon pembeli yang berkata : “Photoshop, Corel , AutCAD bisa jalan mulus ?” , seringkali di “permainkan” oleh para marketing dengan disarankan membeli produk Core2Duo. Bagi konsumen yang tidak sensitif harga, hal ini bukan masalah. Tetapi bagi mereka yang belum mengerti kadang terpaksa meminjam sana-sini, atau bahkan kredit untuk membeli sebuah notebook Core2Duo (P8600) hanya untuk menjalankan Photoshop dan CorelDraw. Menurut penulis ini adalah bentuk penutupan kebenaran tadi. Aplikasi-aplikasi tadi dapat berjalan dengan baik dan mulus bahkan di processor Dual Core!! Penulis sendiri masih menggunakan Dual Core untuk melakukan segala macam pekerjaan programming yang tentu saja membutuhkan resource notebook yang bertenaga. Untuk Anda yang sensitif harga beli saja DualCore dengan menambahkan RAM dikemudian hari untuk meningkatkan performace.

     

    intel roadmap

    intel roadmap

  • Baterainya laptop tahan berapa lama ? Ketahanan baterai tergantung cara pakai Anda, setting notebook dan juga peripheral di dalamnya. Notebook dengan hardisk kecepatan tinggi, layar besar dan processor teknologi lama cenderung lebih rakus daya. Konfigurasi sistem operasi yang kurang tepat dan aplikasi yang disering dijalankan juga mempengaruhi daya tahan baterai. Jadi kalau ada iklan 6 cell = 6 jam atau 6 cell = 3 jam hanyalah cara promosi. Dan tidak ada ukuran pasti berapa lama baterai akan bertahan.
  • Kalau grafis dan Gaming lebih bagus AMD, sedangkan Intel lebih cepat di Video Editing. Ini merupakan kelanjutan stereotype yang berkembang tentang merk AMD dan Intel. Pada grafis dan video,kecepatan processor dan instruksi yang didukung lebih berpengaruh.  Sedangkan untuk gaming, selain clock speed juga ditentukan oleh VGA yang terpasang di dalam komputer Anda.
  • Bagus mana antara Acer,BenQ, MSI, Compaq, HP, Toshiba dan diteruskan dengan menyebutkan vendor2 lainya. ? Banyak pendapat dikarenakan banyak pengalaman pribadi yang berbeda. Menurut saya, pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan dana Anda. Setelah itu pilih vendor yang menyediakan pelayanan pasca penjualan yang baik.
  • Kenapa processor DualCore dengan kecepatan (GHz) lebih tinggi bisa lebih lambat dan murah dibanding Core2Duo. Untuk pertanyaan ini memerlukan penjelasan teknis diantaranya teknologi fabrikasi, besar Front Side Bus, besar Cache Processor dan juga arsitektur prosessor itu sendiri. Barang lama tentu saja memiliki label harga lebih murah dibanding dengan yang baru. Anda bisa lihat penjelasan singkat di Wikipedia. Jadi teliti sebelum membeli.
  • Kalau mau gaming, bagusnya beli notebook apa? Menurut saya gaming adalah pekerjaan yang sebaiknya dilakukan pada PC Desktop bukan notebook. Ini dikarenakan desain awal notebook yang dikhususkan untuk mobile computing. Memang belakangan berkembang “notebook gaming” menggunakan chipset grafis integrated yang telah disunat kemampuannya agar tidak rakus daya dan sesuai dengan environment notebook. Para penggemar gaming lebih baik menginvestasikan dananya dengan membeli PC Gaming dibandingkan notebook gaming. Alasannya karena menghemat dana, Anda bisa mendapat performa gaming yang lebih hidup dengan menggunakan VGA terbaru dengan monitor LCD 20 inci yang tajam. Bayangkan jika Anda harus bermain game dengan layar 14 – 15 inchi. Kasus lain kalau Anda “memaksa” membeli notebook gaming, kompensasinya adalah baterai cepat habis, notebook cepat panas (karena processor dan VGA cenderung memiliki clockspeed tinggi) dan tentu saja Anda harus merogok kocek semakin dalam.

Sekali lagi tulisan ini adalah opini pribadi yang sangat subyektif. Sebuah opini yang menanggapi kecenderungan teknology gaps yang terjadi tidak hanya pada masyarakat di Jakarta, lebih lagi kepada masyarakat di daerah yang penetrasi informasi teknologi dan teknologi itu sendiri belum berjalan secara merata. Salam.

Iklan

2 komentar

  1. Yang pasti sebagai partisipan pengunjung IndoComtech 2009, kakiku mau lepas om alias “pithil”…tapi mangstap lah,,,ga rugi dateng kesana,,,alih alih update teknologi (wuihhh,,,gayane sangar). N setidaknya seneng juga bisa nganterin temen beli notebook, ikut seneng melihat temen seneng….
    Nice artikel om,,,keep bloging :p


  2. hmm..bener jg tuh, tp yg bikin kesel sebenarnya vendor cm asal comot org sbg frontline pemasarannya. SPG cantik+sexy tp begitu ditanya detil produknya tanya sana-sini. emang bener harus dibutuhkan pengetahuan tentang teknologi. so, saranku sih klo mau beli2 barang ajak pak pandu hehehe



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: